Tedak Siten: Ritual Tradisional Jawa Menginjak Tanah

Admin/ Juni 4, 2025/ BERITA, Budaya, Edukasi, Pendidikan

Tradisi Jawa kaya akan berbagai upacara siklus hidup, salah satunya adalah Tedak Siten. Ritual ini diselenggarakan ketika seorang anak berusia sekitar tujuh atau delapan bulan, saat ia pertama kali belajar menginjakkan kaki di tanah. Tedak Siten adalah simbol doa dan harapan orang tua agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan bermanfaat bagi sesama, melangkah tegak di dunia.

Pelaksanaan Tedak Siten diawali dengan membersihkan kaki anak dengan air bunga setaman. Prosesi ini melambangkan kesucian dan harapan agar perjalanan hidup sang anak selalu bersih dari halangan. Suasana haru dan penuh doa menyelimuti setiap tahap ritual ini, dihadiri keluarga dan kerabat dekat.

Selanjutnya, anak akan dituntun untuk berjalan di atas jadah tujuh warna. Setiap warna memiliki makna filosofis tersendiri, melambangkan berbagai rintangan hidup yang harus dilalui dengan kegigihan. Jadah yang lengket juga berarti harapan agar anak selalu melekat pada kebaikan dan orang tua.

Puncak dari Tedak Siten adalah ketika anak dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang dihias. Di dalam kurungan, diletakkan berbagai benda seperti alat tulis, perhiasan, uang, dan mainan. Benda pertama yang diambil anak dipercaya menjadi gambaran minat atau profesi di masa depannya, sebuah ramalan yang penuh canda.

Setelah itu, anak dituntun menaiki tangga yang terbuat dari tebu wulung. Tebu wulung melambangkan “mantap” atau kemantapan hati. Ini adalah harapan agar anak memiliki tekad kuat dalam mencapai cita-citanya dan mampu mengatasi setiap tantangan yang menghadang di kehidupannya.

Kemudian, anak akan didudukkan di tanah, dikelilingi oleh berbagai jenis makanan tradisional dan hasil bumi. Ini melambangkan kelimpahan rezeki dan kemakmuran yang diharapkan akan menyertai kehidupannya di masa depan. Berbagi rezeki juga menjadi bagian dari ritual ini.

Tedak Siten diakhiri dengan prosesi menyebar uang receh dan kembang, yang biasa disebut udik-udik. Ini melambangkan sedekah dan harapan agar anak memiliki sifat dermawan. Anak-anak kecil biasanya berebut mengumpulkan uang dan kembang yang disebar, menambah kemeriahan acara.

Share this Post